| Babi Penyebar Virus H1N1Setelah beberapa pekan lalu menggegerkan kawasan mexico dan AS Flu babi yang di kawatirkan akanmewabah dan menyebar keseluruh Dunia akhirnya tiba di Asia.Salah satu warga negara Korea telah dinyatakan tertular flu ini setelah pulang dari negara AS.Saat situasi akibat dampak flu babi makin memburuk karena penyebaran flu babi sangat cepat terjadi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (30/4) WIB, menaikkan tingkat siaga wabah ke Fase 5 yang menunjukkan wabah itu sama sekali tidak terelakkan lagi.
Babi Penyebar Virus H1N1 Setelah beberapa pekan lalu menggegerkan kawasan mexico dan AS Flu babi yang di kawatirkan akanmewabah dan menyebar keseluruh Dunia akhirnya tiba di Asia.Salah satu warga negara Korea telah dinyatakan tertular flu ini setelah pulang dari negara AS.Saat situasi akibat dampak flu babi makin memburuk karena penyebaran flu babi sangat cepat terjadi, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), Kamis (30/4) WIB, menaikkan tingkat siaga wabah ke Fase 5 yang menunjukkan wabah itu sama sekali tidak terelakkan lagi. “Saya telah memutuskan untuk menaikkan tingkat siaga wabah influenzadari Fase 4 ke Fase 5,” demikian Direktur Jenderal WHO Margaret Chan di Jenewa menyusul konsultasi tertutp dengan para pakar kesehatan internasional.apabila penyakit yangdisebarkan oleh virus H1N1 ini sudah menyebar keseluruh dunia maka WHO akan meningkatkan ke fase ke-6 yang bererti virus ini telah menjangkiti seluruh kawasan di bumi ini“Wabah influenza harus diperhatikan secara sungguh-sungguh dan layak karena kemampuannya menyebar secara cepat ke setiap negara di dunia,” kata Chan. WHO memaparkan, Fase 5 ditandai oleh penyebaran virus tersebut dari manusia ke manusia ke minimal dua negara di satu wilayah. Mekipun pada tahap ini kebanyakan negara tidak akan terpengaruh, pengumuman Fase 5 adalah tanda kuat bahwa wabah tak terelakkan dan waktunya untuk menuntaskan pengaturan, komunikasi,dan penerapan tindakan darurat. Virus H1N1 yang telah bermutasiPeningkatan status ini adalah kenaikan kedua sistem siaga wabah WHO dalam tiga hari yang menunjukkan sangat cepatnya kondisi menjadi lebih buruk akibat flu babi. Senin lalu lembaga dunia ini menaikkan tingkat siaga dari Fase 3 ke Fase 4.“Perubahan ke fase siaga lebih tinggi ini adalah tanda kepada semua pemerintah, departemen kesehatan dan kementerian lain, industri farmasi dan pengusaha bahwa tindakan tertentu kini mesti dilakukan segera dan cepat,” kata Chan. Semua negara mesti segera mengaktfkan rencana persiapan penanggulangan wabahnya dan tetap siaga penuh guna menghadapi wabah penyakit miripinfluenza dan radang paru-paru parah, tambahnya. Pada tahap itu, tindakan efektif dan mendasaryang dapat dilakukan semua pemerintah meliputi peningkatan pengawasan, pendeteksian dini danperawatan kasus, pemantauan infeksi di semua instalasi kesehatan. alur penularan flu babiChan mengatakan dunia hari ini sebenarnya lebih siap dalam menghadapi wabah influenzadibandingkan dengan masa-masa sebelumnya, tapi ia mengingatkan virusinfluensa bereputasi buruk karena bermutasi cepat dan tak dapat diramalkan.Flu Babi disebabkan oleh suatu virusyang dinamakan H1N1 yangmerupakan mutasi dari virus flu burungyang disebarkan oleh Unggas danmanusia,Virus ini dengan cepat bermutasi dalam tubuh Babi danmenciptakan suatu Virus ganas lainyang disebut dengan H1N1,dan telah menyebar penularannya bukan hanya dari babi tapi sudah pada taraf penyebaran/penularan dari manusia ke manusia.Menurut Sumardi Ketua Tim Penanggulangan Flu Burung Rumah Sakit Dr Sardjito Yogyakarta , virusH1N1 yang menjadi penyebab flu babi telah membunuh sekitar 50 juta penduduk dunia, satu juta diantaranya di Indonesia, pada tahun 1918-1919.Saat itu, lanjut Sumardi, wabah flu babi diketahui pertamakali di Spanyol dan kemudian menyebar ke Amerika Serikat. “Kalau saat ini wabah flu babi berkembang dari Meksiko, mungkin karena Meksiko dekat dengan Amerika Serikat,” jelasnya.Menurut Sumardi, virus tipe influenza seperti flu babi saat ini memang mengalami mutasi kira-kira 100 tahun sekali. Mutasi ini sangat mungkin terjadi karena saat membelah diri atau berkembang biak terjadi pergantian protein dan DNA yang ada dalam virusnya. “Virusnya mungkin masih sama, yakni H1N1, tapi susunan proteinnya telah berubah,” jelasnya.Begitu terjadi mutasi, lanjutnya, virus baru itu sifatnya sangat berbeda dengan aslinya sehingga tubuh manusia tidak lagi mengenalinya. “Begitu tubuh tidak mengenal, maka terjadi penyakit yangberat pada tubuh manusia,” ujarnya.Jenis Flu ini menyerang bagian paru-paru manusia yang menyebabkan penderita mengalami kelebihan cairan dalam paru-parunya dan akan mengakibatkan gangguan pada sistem pernapasandan mengakibatkan fatal yaitu kematian. Ciri-ciri dan Gejala Flu Babi1. Demam yang muncul tiba-tiba 2. Batuk 3. Nyeri otot 4. Sakit tenggorokan 5. Kelelahan yang berlebihan 6. Penderita muntah-muntah dan diare Pada jenis inveksi flu burung memiliki gejala yang sama akan tetapi tidak dibarengi gejala Mual,muntah-muntah dan diare, diperkirakan jenis Virus H1N1 ini memiliki tingkat penularan dandaya inveksi yang melebihi jika dibandingkan dengan jenis Virus H5N1 (pada Flu burung)Virus Flu Babi ini dikhawatirkan akan menyebar ke seluruh dunia, dan untuk mencegahnya Anda dapat melakukan langkah-langkah preventif sebagai berikut,1. Tutupi hidung dan mulut Anda dengan tisu jika Anda batuk atau bersin. Kemudian buang tisu itu ke kotak sampah. 2. Sering-seringlah mencuci tangan Anda dengan air bersih dan sabun, terutama setelah Anda batuk atau bersin. Pembersih tangan berbasis alkohol juga efektif digunakan. 3. Jangan menyentuh mulut, hidung atau mulut Anda dengan tangan. 4. Hindari kontak atau berdekatan dengan orang yang sakit flu. Sebab influenza umumnya menyebar lewat orang ke orang melalui batuk atau bersin penderita. 5. Jika Anda sakit flu, Anda sebaiknya tidak masuk kerja atau sekolah dan beristirahat di rumah. Sumber: Kompas, Tempo,RCTI
|